ESSAY TUGAS PKKMB FEBTD




Pembangunan Sistem KBM UNUSA yang Lebih Efisien: Menyongsong Pendidikan Tinggi Berkualitas

      Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, memiliki tanggung jawab besar dalam menyelenggarakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kualitas. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik mahasiswa generasi digital, UNUSA perlu membangun sistem KBM yang lebih efisien, tanpa mengabaikan esensi dari proses pendidikan itu sendiri.

      Efisiensi KBM tidak berarti mempercepat proses belajar secara sembarangan, melainkan menciptakan lingkungan pembelajaran yang terstruktur, fleksibel, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan tuntutan zaman. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan UNUSA adalah optimalisasi model blended learning, yakni kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan daring. Dengan dukungan platform digital internal seperti Learning Management System (LMS), mahasiswa dapat mengakses materi kuliah, video pembelajaran, dan tugas secara mandiri, sehingga waktu tatap muka bisa difokuskan untuk diskusi, praktik, atau studi kasus.

      Selain itu, UNUSA perlu mendorong implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang mengintegrasikan teori dengan praktik langsung di lapangan. Melalui metode ini, mahasiswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga terlatih dalam memecahkan masalah nyata, bekerja dalam tim, dan menghasilkan output yang dapat dinilai lebih objektif dan bermakna.

      Efisiensi KBM juga dapat didukung oleh sistem penilaian yang transparan dan digital, sehingga proses evaluasi menjadi lebih cepat dan akurat. Penilaian formatif yang dilakukan secara berkala, seperti kuis daring, refleksi mingguan, atau diskusi interaktif, dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses belajar.

      Terakhir, pembangunan sistem KBM yang efisien harus melibatkan komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa. UNUSA bisa menyediakan ruang evaluasi terbuka di setiap akhir perkuliahan agar dosen dan mahasiswa saling memberi masukan untuk memperbaiki metode dan pendekatan belajar. Dengan membangun sistem KBM yang efisien dan adaptif, UNUSA akan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perubahan global.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Tiga Alumni FEBTD Unusa Raih Beasiswa ke Taiwan, Wujudkan Mimpi Studi Internasional

RESUME PKKMB PRODI